Link

 

                     

 

 

 

 

PENERAPAN PANCASILA DALAM KEHIDUPAN

SEHARI-HARI

 

 

Oleh

Rofi’atul Khollifah

NIM 110910202010

 

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI BISNIS

JURUSAN ILMU ADMINISTRASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS JEMBER

2011

 

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Pancasila merupakan ideologi yang hanya dimiliki oleh Bangsa Indonesia Sebagai warga negara yang baik, setia kepada nusa dan bangsa, seharusnya kita mempelajari dan menghayati pandangan hidup bangsa yang sekaligus sebagai dasar filsafat negara, yang seterusnya untuk diamalkan dan dipertahankan. Pancasila selalu menjadi pegangan bersama bangsa Indonesia, baik ketika negara dalam kondisi yang aman maupun dalam kondisi negara yang terancam. Hal itu tebukti dalam sejarah dimana pancasila selalu menjadi pegangan ketika terjadi krisis nasional dan ancaman terhadap eksistensi bangsa indonesia.

Pancasila berasal dari kata panca dan sila. Panca yaitu lima (5) dan sila yaitu asas. Dan berarti pancasila adalah 5 asas yang dimiliki oleh masyarakat indonesia yang meliputi 1. Ketuhanan yang maha esa 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan indonesia 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Pancasila itu sendiri dibuat untuk menyatukan pandangan masyarakat indonesia. Karena, semua yang dijelaskan dalam 5 sila diatas telah dimiliki oleh bangsa indonesia sendiri. Setiap sila tersebut bukanlah tanpa arti, ada arti disetiap silanya.

Pancasila tidak saja mengandung nilai budaya bangsa, melainkan juga menjadi sumber  hukum  dasar  nasional,  dan  merupakan  perwujudan  cita-cita  luhur  di  segala  aspek kehidupan bangsa. Dengan  perkataan lain, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya juga harus dijabarkan menjadi norma moral, norma  pembangunan, norma hukum,  dan etika kehidupan berbangsa.  Dengan  demikian,  sesungguhnya  secara  formal  bangsa  Indonesia  telah  memiliki dasar yang kuat dan rambu-rambu yang jelas bagi pembangunan masyarakat  Indonesia masa depan yang dicita-citakan.

Pancasila lahir berdasarkan pemikiran Bangsa Indoesia dan merupakan cerminan dari karakter bangsa dan negara indonesia yang beragam. Semua itu dapat terlihat dari fungsi dan kedudukan pancasila, yakni sebagai; jiwa bangsa indonesia, keribadian bangsa, pandangan hidup bangsa, sarana tujuan hidup bangsa indonesia, dan pedoman hidup bangsa indonesia.

Oleh karena itu, penerapan pancasila dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara sangat penting dan mendasar oleh setiap warga negara, dalam segala aspek kenegaraan dan hukum di Indonesia. Pengamalan pancasila yang baik akan mempermudah terwujudnya tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai dasar Filsafat Negara Indonesia mengandung konsekuensi setiap aspek dalam penyeleggaraan Negara dan semua sikap tingkah laku bangsa Indonesia dalam bermayarakat berbangsa dan bernegara harus berdasarkan pada nilai-nilai pancasila. Nilai-nilai tersebut perlu dijabarkan dalam setiap aspek dalam penyelenggaraan Negara dan dalam wujud norma-norma baik norma hukum, kenegaraan, maupun norma moral yang harus dilaksanakan dan diamalakan oleh setiap warga Negara Indonesia.

Bagi bangsa Indonesia yang sadar akan kondisi nyata yang dimilikinya itu, tentulah semakin meyakini dasar negara yang telah disepakati bangsa Indonesia yakni Pancasila dan berusaha mengimplementasikannya. Namun masalah besar yang masih harus dihadapi ialah bagaimana menjabarkannya sehingga dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan nyata masyarakat di segenap aspek kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. Hal tersebut amat diperlukan pada era reformasi saat ini, yang arahnya Pancasila nampak telah benar-benar dilupakan oleh berbagai kelompok dalam masyarakat, walaupun secara formal melalui ketetapan-ketetapan MPR-RI tetap diakui sebagai dasar negara yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara.

Jadi dalam pengamalan nilai-nilai pancasila tersebut baik dalam kaitannya dengan sikap moral dan tingkah laku semua warga Negara Indonesia. Oleh karena itu permasalahan pokok dalam pengamalan pancasila adalah bagaimana wujud pengamalan itu, yaitu bagaimana nilai-nilai pancasila yang universal itu dijabarkan dalam bentuk norma-norma yang jelas dalam kaitanya dengan tingkah laku semua warga Negara bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta dalam kaitannya dengan segala aspek penyelenggaraan Negara dan juga bagaimana mengaktualisasikan dasar dan rambu- rambu tersebut ke dalam kehidupan nyata setiap pribadi warga negara, sehingga bangsa ini tidak kehilangan  norma   moral  sebagai  penuntun  dan  pegangan dalam melaksanakan gerakan reformasi, mengatasi krisis multidimensional termasuk krisis moral yang sedang melanda bangsa dan negara untuk menjangkau masa depan yang dicita-citakannya.

 

1.2  Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari makalah ini adalah:

  1. nilai apa saja yang terdapat dalam Pancasila?
  2. bagaimana penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari?

1.3  Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah:

  1. menjelaskan nilai apa saja yang terdapat dalam Pancasila;
  2. cara penerapan nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

 

BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 Nilai-Nilai yang terdapat dalam Pancasila

Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman untuk hidup bernegara sehingga pancasila perlu diwujudkan dalam pengamalan-pengamalan berdasarkan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia. Yang dimaksud pengamalan di sini ialah pengamalan sila-sila yang tertuang dalam Pancasila. Kita harus memaknai dan menjabarkan satu per satu dari sila-sila tersebut.

Dari konsep dan prinsip yang terdapat dalam Pancasila, dapat ditemukan nilai yang menjadi tujuan bangsa Indonesia, dan ingin diwujudkan dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. Nilai tesebut antara lain adalah kedamaian, keimanan, ketaqwaan, keadilan, kesetaraan, keselarasan, keberadaban, persatuan, kesatuan, mufakat, kebijaksanaan, kesejahteraan dan sebagainya.

1). Kedamaian

Kedamaian adalah situasi yang menggambarkan tidak adanya konflik dan kekerasan. Segala unsur yang terlibat dalam suatu proses sosial yang berlangsung secara selaras, serasi dan seimbang, sehingga menimbulkan keteraturan, ketertiban dan ketenteraman. Segala kebutuhan yang diperlukan oleh manusia dapat terpenuhi, sehingga tidak terjadi perebutan kepentingan. Hal ini akan terwujud bila segala unsur yang terlibat dalam kegiatan bersama mampu mengendalikan diri.

2). Keimanan

Keimanan adalah suatu sikap yang menggambarkan keyakinan akan adanya kekuatan transendental yang disebut Tuhan Yang Maha Esa. Dengan keimanan manusia yakin bahwa Tuhan menciptakan dan mengatur alam semesta. Apapun yang terjadi di dunia adalah atas kehendak-Nya, dan manusia wajib untuk menerima dengan keikhlasan.

3). Ketaqwaan

Ketaqwaan adalah suatu sikap berserah diri secara ikhlas dan rela kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersedia tunduk dan mematuhi segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.

4). Keadilan

Keadilan adalah suatu sikap yang mampu menempatkan makhluk dengan segala permasalahannya sesuai dengan hak dan kewajiban serta harkat dan martabatnya secara proporsional diselaraskan dengan peran fungsi dan kedudukkannya.

5). Kesetaraan

Kesetaraan adalah suatu sikap yang mampu menempatkan kedudukan manusia tanpa membedakan jender, suku, ras, golongan, agama, adat dan budaya dan lain-lain. Setiap orang diperlakukan sama di hadapan hukum dan memperoleh kesempatan yang sama dalam segenap bidang kehidupan sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

6). Keselarasan

Keselarasan adalah keadaan yang menggambarkan keteraturan, ketertiban dan ketaatan karena setiap makhluk melaksanakan peran dan fungsinya secara tepat dan proporsional, sehingga timbul suasana harmoni, tenteram dan damai. Ibarat suatu orkestra, setiap pemain berpegang pada partitur yang tersedia, dan setiap pemain instrumen melaksanakan secara taat dan tepat, sehingga terasa suasana nikmat dan damai.

7). Keberadaban

Keberadaban adalah keadaan yang menggambarkan setiap komponen dalam kehidupan bersama berpegang teguh pada peradaban yang mencerminkan nilai luhur budaya bangsa. Beradab menurut bangsa Indonesia adalah apabila nilai yang terkandung dalam Pancasila direalisasikan sebagai acuan pola fikir dan pola tindak.

8). Persatuan dan Kesatuan

Persatuan dan kesatuan adalah keadaan yang menggambarkan masyarakat majemuk bangsa Indonesia yang terdiri atas beranekaragam komponen namun mampu membentuk suatu kesatuan yang utuh. Setiap komponen dihormati dan menjadi bagian integral dalam satu sistem kesatuan negara-bangsa Indonesia.

9). Mufakat

Mufakat adalah suatu sikap terbuka untuk menghasilkan kesepakatan bersama secara musyawarah. Keputusan sebagai hasil mufakat secara musyawarah harus dipegang teguh dan wajib dipatuhi dalam kehidupan bersama.

10).  Kebijaksanaan

Kebijaksanaan adalah sikap yang menggambarkan hasil olah fikir dan olah rasa yang bersumber dari hati nurani dan bersendi pada kebenaran, keadilan dan keutamaan. Bagi bangsa Indonesia hal ini sesuai dengan nilai yang terkandung dalam Pancasila.

11). Kesejahteraan

Kesejahteraan adalah kondisi yang menggambarkan terpenuhinya tuntutan kebutuhan manusia, baik kebutuhan lahiriyah maupun batiniah sehingga terwujud rasa puas diri, tenteram, damai dan bahagia. Kondisi ini hanya akan dapat dicapai dengan kerja keras, jujur dan bertanggungjawab.

Dengan memahami konsep, prinsip dan nilai yang terkandung dalam Pancasila, yang tentu masih akan berkembang sesuai dengan dinamika kehidupan bangsa Indonesia, permasalahan berikutnya adalah bagaimana konsep, prinsip dan nilai tersebut dapat diimplementasikan secara nyata dalam berbagai bidang kehidupan.

2.3 Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam poin ini kita akan membahas satu per satu tentang penerapan pancasila dalam kehidupan sehari – hari.

 

  1. Ketuhanan yang maha esa

 

Wujud pengaplikasian kita sebagai warga negara adalah dengan menghormati setiap agama/kepercayaan yang ada di indonesia ini. Tidak membedakan setiap warga negara lain hanya karena berbeda kepercayaan, menghormati kebebasan menjalankan ibadah, serta yang paling penting adalah tidak adanya pemaksaan untuk menganut agama tertentu.

 

 

 

                       

  1. Kemanusiaan yang adil dan beradap

 

Contoh perbuatan yang mendasari sila kemanusiaan yang adil dan beradab adalah :

  1. mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia;
  2. mencintai sesama manusia;
  3. mengembangkan sikap tenggang rasa;
  4. tidak semena-mena terhadap orang lain;
  5. menjunjung tinggi nilai kemanusiaan;
  6. gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.dll.

Bangsa Indonesia terkenal ramah tamah, sopan santun, lemah lembut dengan sesama manusia, bukti-buktinya misalnya bangunan padepokan, pondok-pondok, semboyan aja dumeh, aja adigang adigung adiguna, aja kementhus, aja kemaki, aja sawiyah- wiyah, dan sebagainya, tulisan Bharatayudha, Ramayana, Malin Kundang, Batu Pegat, Anting Malela, Bontu Sinaga, Danau Toba, Cinde Laras, Riwayat dangkalan Metsyaha, membantu fakir miskin, membantu orang sakit, dan sebagainya, hubungan luar negeri semisal perdagangan, perkawinan, kegiatan kemanusiaan; semua mengindikasikan adanya Kemanusiaan yang adil dan beradab.

 

  1. Persatuan Indonesia

 

Pengamalan sila ketiga dapat diwujudkan dengan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara, ketika negara NKRI terancam maka seluruh warga negara diwajibkan untuk bersatu dan membela kedaulatannya. Dan tentunya bangga sebagai warga negara indonesia dan bertanah air indonesia.

 

Bangsa Indonesia juga memiliki ciri-ciri guyub, rukun, bersatu, dan kekeluargaan, sebagai bukti-buktinya bangunan candi Borobudur, Candi Prambanan, dan sebagainya, tulisan sejarah tentang pembagian kerajaan, Kahuripan menjadi Daha dan Jenggala, Negara nasional Sriwijaya, Negara Nasional Majapahit, semboyan bersatu. teguh bercerai runtuh, crah agawe bubrah rukun agawe senthosa, bersatu laksana sapu lidi, sadhumuk bathuk sanyari bumi, kaya nini lan mintuna, gotong royong membangun negara Majapahit, pembangunan rumah-rumah ibadah, pembangunan rumah baru, pembukaan ladang baru menunjukkan adanya sifat persatuan.

 

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan keadilan.

Wujud penerapannya:

  1. mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat;
  2. tidak memaksakan kehendak;
  3. mengutamakan musyawarah untuk mengambil keputusan
  4. menerima hasil musyawarah dengan itikad baik;
  5.  menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai keadilan.

 

5.  Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

 

Pengalaman sila terakhir ini diwujudkan dengan mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong, karena suasana kekeluargaan dan gotong royong adalah ciri khas dari warga negara indonesia.

 

Dalam hal Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, bangsa Indonesia dalam menunaikan tugas hidupnya terkenal lebih bersifat sosial dan berlaku adil terhadap sesama, bukti-buktinya adanya bendungan air, tanggul sungai, tanah desa, sumur bersama, lumbungdesa, tulisan sejarah kerajaan Kalingga, Sejarah Raja Erlangga, Sunan Kalijaga, Ratu Adil, Jaka Tarub, Teja Piatu, dan sebagainya, penyediaan air kendi di muka rumah, selamatan, dan sebagainya.

 

BAB 3. PENUTUP

 

3.1 KESIMPULAN

Nilai yang terdapat dalam Pancasila diantaranya:

  1. kedamaian;
  2. keimanan;
  3. ketaqwaan;
  4. keadilan;
  5. kesetaraan;
  6. keselarasan;
  7. keberadaban;
  8. persatuan dan kesatuan;
  9. mufakat;
  10. kebijaksanaan;
  11. kesejahteraan.

Semua nilai-nilai di atas diintegrasikan agar terjadi keselarasan dalam penerapanya di masyarakat. Nilai-nilai tersebut akan menuntun kita kepada kebaikan yang hakiki.

Penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dengan memahami makna-makna dari setiap sila. Pahami, resapi, dan lakukan sesuai dengan makna dari setiap sila.

 

3.2. SARAN

 

  1. sebagai generasi penerus bangsa kita harus menerapkan isi dari Pancasila. Pancasila tidak dipandang sebagai hiasan dasar negara tapi juga harus benar-benar diterapkan;
  2. sebagai generasi muda kita harus mengamalkan nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Andriani Purwastuti, dkk. 2002. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: UNY Press.

http://lppkb.wordpress.com/2011/03/16/pedoman-umum-implementasi-pancasila-dalam-kehidupan-bernegara/[diakses tanggal 28 Desember 2011].

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s