Link

Hari tak berganti hari

Malam tak kunjung siang

aku melihatku

Aku termangu, menunggu

Sesuatu tak kunjung tiba

Kulihat jam

Aku menggeleng

Berat melihatnya, terlihat

Jam pun enggan menggerakkan jarumnya

Aku melihatnya seperti memohon padanya

Agar dia bergerak

Tapi dia tak memperdulikan muka melasku

Aku mendekatinya

Seolah dia menjauh

Aku tak dapat menggapainya

Dia berlari mengejekku

Aku menangis

Aku sadar sering aku tak memperdulikanya

Sekarang tinggal sekarang

Dan dulu tinggalah dulu

Sesal menyesaki dada

Bercampur dengan rasa perih yang sudah kuderita lebih dulu

Aku tertawa

Lalu aku tersenyum

Dan aku pun diam

Tersenyum lagi

Begitu diriku

Begitu dengan senyumku

Berjalan di titian kehidupan yang penuh romansa

Aku tersenyum semanis mungkin

Walau mengkudu sedang ku telan

Tanpa ada penawar yang diberikan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s