aku, perempuan dan aku menulis

Standard

Akulah perempuan yang ku tulis itu,
Aku menulisnya karena aku merasakan sakit
Aku tak tahan lantas aku menangis
Selanjutnya aku menulis
Menulis adalah aspirin bagiku
Aku adalah perempuan, mungkin karena itu aku cengeng
Sebenarnya tak masalah aku perempuan, lelaki atau kedunya sekalipun
Hanya alibiku
Alibi seorang perempuan untuk menutupi kecengenganya
Tidak semua perempuan cengeng
Begitu sebaliknya tidak semua lelaki juga tegar
Mereka berdua sama
Itu menurut modus silogisme yang ku pelajari
Aku ingat, saat itu aku masih bersama masa laluku
Dan sekarang aku bersama masa sekarangku
Dan lagi- lagi aku sakit
Menangis lagi
Lantas menulis lagi
Dengan alasan yang sama sebagai aspirin
Alur itu terkadang maju terkadang mundur
Bahkan sering maju dan mundur dengan bersamaan
Rasa sakitnya pun dua kali lebih besar
Dan itu menyebabkan untuk menagis lagi
Lantas menulis lagi
Sama, sebagai aspirin
Menangis dan menulis itu seperti sepasang cinta sejati
Itu bagiku, tak tahu jika bagi orang lain
Menulis
Menagis
Menangis
Menulis
Aku ingin suatu saat orang menagis karena menulis
Eh tidak, jangan
Karena membaca tulisan
Tulisanku juga boleh
Untuk ditangisi, untuk dirindui
Karena kau ingin menjadi penulis
Doakan ya
Penulis
Tapi tidak sebagai pekerjaanku
Aku ingin menjadi seorang pebisnis
Dan juga sekertaris
Dalam bahasa inggris aku dipanggil miss
Anganku sungguhlah manis
Semua berakhirkan is
Dan is adalah salah satu to be untuk menggambarkan perempuan
Jadi aku perempuan
Dan itu benar
Aku bukan lelaki
Aku bersyukur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s