analisis jurnal yang berjudul “ANALISIS STRUKTUR MODAL PT Telekomunikasi(Persero), TBK

Standard

ANALISIS
Pendahuluan
Struktur modal yaitu proporsi dalam menentukan pemenuhan kebutuhan belanja perusahaan dengan sumber pendanaan jangka panjang yang berasal dari dana internal dan dana eksternal, dengan demikian struktur modal adalah struktur keuangan dikurangi utang jangka pendek. Bentuk dari struktur modal yaitu berupa saham dan obligasi. Tujuan dari manajemen struktur modal atau capital structure management adalah menggabungkan sumber – sumber dana yang digunakan perusahaan untuk membiayai operasi. Dengan kata lain, tujuan ini dapat dilihat sebagai pencarian gabungan dana yang akan meminimumkan biaya modal dan dapat memaksimalkan harga saham. Struktur modal yang demikian, dapat kita sebut sebagai struktur modal yang optimal.
Dalam jurnal di atas dapat dianalisis bagaimana struktur modal dalam PT. Telekomunikasi, Tbk apakah sudah ada keoptimalan dalam penggunaanya. Berikut ini analisis yang dapat saya sampaikan.
Pembahasan
Dalam menganalisis struktur modal, kita dapat menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan laba bersih neto (LBN) dan pendekatan tradisional sedangkan untuk mengetahui keoptimalan biaya modal yang dikeluarkan maka harus dihitung terlebih dahulu biaya modalnya
Kombinasi pemilihan struktur modal yang optimal (Sundjaya dan Barlian ,2002) merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan karena kombinasi pemilihan struktur modal tersebut akan mempengaruhi juga tingkat biaya modal (cost of capital) yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Tingkat biaya modal adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan dana guna membiayai investasinya. Apabila suatu perusahaan bermaksud untuk melakukan kombinasi atas struktur modal yang ada maka tingkat biaya modal dari struktur modal tersebut dihitung dengan menggunakan tingkat biaya rata-rata tertimbang (weighted average cost of capital), dalam biaya modal mencakup hal di bawah ini:
1. Biaya modal hutang jangka panjang
Dari hasil perhitungan biaya modal jangka panjang di atas terlihat bahwa besaran biaya modal hutang jangka panjang yang tertinggi terdapat pada tahun 1999, hal ini diakibatkan karena besaran tingkat bunga yang ditanggung oleh perusahaan sangat tinggi sedangkan biaya modal hutang jangka panjang terendah terlihat di tahun 2000 yang tak lain juga dikarenakan besaran tingkat bunga yang rendah pada tahun tersebut.
2. Biaya modal saham biasa
Dari hasil perhitungan biaya modal saham biasa dapat disimpulkan besaran biaya modal saham biasa yang tertinggi terdapat pada tahun 2002, hal ini diakibatkan karena besarnya dividen yang dibayarkan oleh perusahaan sangat tinggi yang tidak proporsional dengan peningkatan harga sahamnya sedangkan biaya modal saham biasa terendah terlihat di tahun 2000 dikarenakan peningkatan besaran dividen yang proporsional dengan peningkatan harga saham pada tahun tersebut.
3. Biaya modal laba ditahan
Dari hasil perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa besaran biaya modal laba ditahan yang tertinggi terdapat pada tahun 2002. Hal ini diakibatkan karena besaran dividen yang dibayarkan perusahaan sangatlah tinggi sedangkan biaya modal laba ditahan terendah terlihat pada tahun 1998 dikarenakan rendahnya dividen yang dibayarkan oleh perusahaan.
4. Biaya modal rata- rata tertimbang
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa bertambahnya proporsi laba ditahan dan saham biasa lebih besar dibandingkan dengan proporsi hutang jangka panjang yang membawa pengaruh terhadap meningkatnya biaya modal rata- rata tertimbang(weighted average cost of capital). Dari gambar di atas dapat dikatakan bahwa kebijaksanaan keuangan perusahaan yang ditempuh belum menghasilkan struktur modal yang optimal.
Kesimpulan yang dapat saya tarik dengan bahasa yang sederhana yaitu:
1. Tinggi rendahnya biaya modal pada suatu tahun tergantung bunga pada tahun tersebut.
2. Tinggi rendahnya biaya modal saham biasa tergantung pada jumlah dividen yang dibayarkan tidak proporsional dengan peningkatan harga sahamnya
3. Tinggi rendahnya biaya modal laba ditahan tergantung besarnya deviden yang dibagikan
4. Struktur modal optimal yaitu struktur modal dengan biaya rata- rata yang minimal.
Selanjutnya penganalisisan Struktur modal, biaya modal, dan nilai perusahaan menurut pendekatan laba bersih neto(LBN) dan pendekatan tradisional dari laporan struktur modal PT. Telekomunikasi, Tbk, yaitu sebagi berikut:
1. Pendekatan laba bersih neto(LBN)
Pendekatan ini digunakan untuk melihat struktur modal yang optimal menyangkut perimbangan dana yang berasal dari hutang jangka panjang. Saham biasa, dan laba ditahan. hasil perhitungan dengan menggunakan pendekatan laba bersih neto dapat disimpulkan bahwa nilai total perusahaan mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Dalam analisa dengan pendekatan laba bersih neto (LBN), struktur modal yang optimal adalah struktur modal yang memberikan tingkat kapitalisasi menyeluruh yang paling rendah. Hal ini berarti bahwa untuk PT. Telekomunikasi Indonesia(persero), Tbk. Pada tahun 2000 struktur modal yang paling optimal, karena pada tahun itu tingkat kapitalisasinyalah yang paling rendah dibanding tahun- tahun lainnya dan peningkatan total nilai perusahaan yang cukup derastis dengan komposisi modal 62,71% hutang jangka panjang, 24,69% saham biasa, dan 13,60% dari laba ditahan.
2. Pendekatan tradisional
Dengan menggunakan pendekatan tradisioanal bisa didapatkan struktur modal yang optimal yang memberikan biaya modal rata- rata tertimbang yang terendah dan memberikan harga per lembar saham yang tinggi sehingga meningkatkan nilai perusahaan. Hal ini disebabkankarena berubahnya tingkat kapitalisasi baik modal sendiri maupun modal pinjaman.
Dari hasil analisis data PT. Telekomunikasi dengan menggunakan pendekatan tradisional dapat disimpulkan hubungan antara biaya modal dan struktur modal terhadap nilai perusahaan menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan keuangan yang ada yaitu meningkatkan leverage dengan cara menambah pinjaman jangka panjang maka nilai perusahaan akan meningkat sampai pada batas tertentu dan menurunkan tingkat biaya modal rata- rata tertimbang walaupun resiko yang dihadapi investor cukup besar.

Kesimpulan
Dari gambaran dua pendekatan di atas dapat dikatakan bahwa kebijaksanaan keuangan PT. Telekomunikasi, Tbk yang ditempuh belum menghasilkan struktur modal yang optimal jadi perlu diperhatikan oleh manajemen keuangan PT. Telekomunikasi, Tbk agar selanjutnya dapat mengoptimalkan struktur modal yang dimilikinya dan dapat terjadi keeefektifan.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan dukungan yang kuat atas pandangan teoritis dalam masalah struktur modal dan pemanfaatan peluang keuangan sehingga dapat meminimalkan biaya modal yang ditanggung oleh perusahaan dan meningkatkan nilai perusahaan tetapi kesemuanya tetap kembali pada tingkat bunga yang harus ditanggung oleh perusahaan dalam penggunaan modal hutang jangka panjang serta tingkat dividen yang harus dibayarkan dari penggunaan modal saham biasa dan laba ditahan.
Untuk itu perusahaan dapat memanfaatkan peluang keuangan secara hati- hati sehingga tercipta struktur modal yang optimal dengan biaya modal keseluruhan yang paling minimal yang akhirnya bermuara pada peningkatan nilai total perusahaan. Cara lainnya yaitu Kapitalisasi dapat diturunkan dengan menambah total nilai perusahaan dan menambah utang jangka panjang, jadi kita dapat menambah hutang jangka panjang dan nilai perusahaan berupa aset(liabilitas).
Menurut saya PT. Telekomunikasi, Tbk dapat meminimalkan keseluruhan biaya modal dengan berusaha menciptakan struktur modal yang optimal dengan menggunakan pendekatan weighted average cost of capital(wacc) dan menurunkan tingkat kapitalisasi menyeluruh melalui pendekatan laba bersih neto(LBN).
Dengan menggunakan pendekatan tradisional perusahaan dapat meningkatkan nilainya (value of firm’s) dengan memanfaatkan peluang keuangan secara hati- hati dimana hal ini dapat menurunkan tingkat biaya modal rata- rata tertimbang, sehingga total nilai perusahaan akan meningkat. Apabila keadaan ini dicapai, maka struktur modal yang ditetapkan oleh perusahaan telah mencerminkan titik yang optimal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s